Visi, Misi, Mimpi
Seharusnya, liburan ini menjadi loncatan tinggi. Seandainya dari dulu mengeluhkan kurangnya waktu, sekarang tergantung padamu. Aku hanya tak ingin kita malang melintang dalam mimpi. Ya, mimpi kita. Atau kalau boleh, kita sebut dia cita-cita. Karena kata sebuah buku: cita-cita adalah mimpi yang telah memiliki tanggal.
Setiap kali menatapmu, hatiku pasti mengagumimu. Agung sekali dirimu, ukhtiy ku. Hidup dengan visi dan misi yang pasti. Ayo bisikkan padaku, bisikkan cita-citamu. Kisahkan apa saja yang kau ingin jadi realisasi, lebih sekedar mimpi.
Lalu aku mendengar lirih katamu. Betapa kau ingin sekali menjadi pegawai negeri berdedikasi pada Ilahi. Atau menjadi penulis yang kata-katanya menginspirasi, menggerakkan, dan memberi pencerahan. Atau membumikan kalamullah, menghapalkannya dan menjadi Quran yang berjalan karena ada ayatNya tersimpan dalam dirimu. Atau apa lagi, ukh? Menjadi pemimpin negeri ini, wanita karier yang tangguh dan teguh dengan apa yang diyakininya. Atau apa lagi? Ayo, katakan agar aku bisa meresapi energi dahsyat mimpimu itu.
Dan waktu kita semakin dekat, ukh. Cita-cita kita, mimpi kita yang telah kita beri tanggal. Dan sempat kita sanggupi sepenuh hati, kita deklarasikan, kita telah terlanjur berjanji bahwa ini akan terealisasi. Jika tidak, kita akan ditertawakan mimpi kita, dan jadilah kita pengkhianat mimpi.
....tapi ini melelahkan sekali. Memilih untuk punya cita-cita itu ternyata pilihan luar biasa. Dan orang-orang biasa tidak akan bisa menggapainya. Walau kulihat engkau terengah-engah. Sepertinya sangat lelah. Maka kumohon, jangan menyerah. Walau susah, walau matamu basah, walau berdarah-darah.
Liburan ini memang akan jadi loncatan tinggi, kan? Tidak akan kita siakan, kan? Kita tak hanya sekedar bermimpi kan, ukh? Maka kepalkan tanganmu, bisikkan sekali lagi, ayo membuktikannya pada hari.. karena hari memang sedang menanti..
*Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpimu (Arai-sang Pemimpi) ^_^
# Ctt Seorang Sahabat (WNS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar